Cerita Panas

Threesome ABG Bule Cantik Dan Seksi

Saat ini aku tinggal di salah satu kota di Canada, kira-kira sdh hampir 7 tahun. Aku tinggal seorang diri di salah satu apartemen dekat down town area. Kamarnya ada satu, ada ruang tamu, kitchen, balcon buat smoking, murah jg. Kadang teman-temanku menginap, meminjam komputer, karena milikku pentium ii, dan semua software, games etc aku punya. Jadi mereka kerasan nginep di apartemenku. Ada jg TV 50 inch , DVD player, Video, games dan lain-lain, jadi apartemen ku ini terbilang istimewa. Aku orang yg sederhana, semua fasilitas itu hadiah dari saudara-saudara yg ikut bahagia karena aku bisa sekolah disini.

Nyata, Mungkin karena apartemen dan barang-barang electronic di rumahku yg cukup komplit, aku jadi dikagumi bule-bule wanita di sini. Dikiranya aku orang kaya. Jadi banyak wanita yg mau aku ajak jalan. Bukannya mau pamer, tp aku bisa mendapatkan wanita yg aku mau kapan saja, tp aku nggak mau perempuan yg mencintaiku karana harta kekayaank alias wanita matre.
Ngomong-ngomong soal pacaran, aku tdk pernah berlangsung lama, karena aku salah gaul. Tiap wanita yg aku pacarin, semuanya matre. Kalau tdk dibeliin barang yg dia mau langsung marah, langsung minta putus. Jadi kira-kira sdh 2 tahun aku jomblo. -cerita hot-
Cerita dewasa hot, Dan suatu hari, aku menang lotre $300. Aku pergi mengambil duitnya di gedung lotre tersebut dan di jalan menuju pulang, tiba-tiba ada suara
“Excuse me, spare some change?” Dan ku lihat ke arah kiri, ada dua wanita lagi duduk di lantai depan Starbucks Cafe sambil tangannya di ulurkan ke arahku. Yg satu lagi hanya duduk sambil bersila kakinya.
“Duh kasihan banget” pikirku.

Aku pun berhenti, ku rogoh kantong celanaku, dan ku keluarkan 2 helai $5.
“Ini, silakan ambil”, kataku.
“Makasih Mas”, kata gadis yg menerima uang.
“Terima kasih kembali” kataku lagi, sambil aku berjalan pergi.
Cerita mesum 2016, Dan benar, setelah aku beri uang itu, ada rasa yg hangat dlm hati. Karena pada saat itu sedang hujan salju jadinya dingin. Sesampai di apartemen, aku langsung cari sleeping bag bekas dan mencari baju tebel. Tp aku lupa kalau semuanya sdh ku sumbangkan ke Salvation Army beberapa minggu yg lalu. Lalu aku berpikir, ooo rupanya sdh mau natalan, teman-teman sdh pada pulang ke Indonesia, aku nggak ada teman main lagi, jadi sepi deh. gimana kalau aku panggil saja cewek yg tadi.
Kemudian aku pergi menghampiri kedua gadis tadi. Tp mereka sdh nggak ada disitu. Aku melengok ke kiri dan ke kanan, ternyata kedua gadis itu ada di depan McDonald’s, sambil megang kantong untuk pesan makanan. Aku tunggu mereka di dekat Starbucks Cafe, dan sewaktu mereka melihatku, gadis yg aku kasih uang tadi menghampiriku dan bilang
“Halo mas, lagi ngapain ?, Traktir kita dong?” sambil tertawa.
Ku balas dgn senyuman

“Baiklah, beli aja gih”. Gadis yg aku kasih duit, namanya Anne dan gadis yg satunya lagi ternyata adiknya, bernama Mary. Anne berumur 17 tahun dan Mary berumur 14 tahun.
Mereka berasal dari kota lain. Kami pun berjongkok sambil ngobrol. Sambil makan kentang gorengnya yg di beli Mary.
Kami ngobrol kurang lebih setengah jam, entah kerasukan apa, aku ajak mereka ke apartemenku untuk menginap. Mereka pun kaget. Awalnya sih pada nggak mau, tp setelah ku yakinkan, kalau aku tinggal sendirian, tdk ada teman dan lain-lain, akhirnya mereka mau jg.
Sesampai di apartemenku, mereka terheran-heran. Mereka minta handuk buat mandi. Ternyata mereka nggak memakai baju tebal-tebal banget. Si Anne cuma memakai kaos bergambar Madonna, sweater merk GAP yg sdh kelihatan kotor dan jaket kulit, dan Mary memakai pakaian lebih tebal, mungkin karena diberi sama Anne.
Mereka berdua memang cakep sih, kulitnya putih banget, dan nggak begitu tinggi, kira-kira 160 cm. Anne berambut pirang kotor (dirty-blonde) sebahu, dan Mary berambut pirang terang, seleher lebih dikit, agak berombak. Aku memberi mereka 2 kaosku dan celana pendek bekasnya pacarku. Lalu mereka masuk ke kamar mandi bersama dan dan akubiasa saja, habis adik-kakak. Aku siapkan minuman panas dan makanan ringan.

Baca Juga: Selingkuh Bersama Sopir Kontol

Ketika mereka keluar dari kamar mandi, jadi kelihatan cantiknya. Rambutnya diikat jadi menambah nilai cantiknya. “Seperti mimpi” kataku dlm hati. Belum pernah aku melihat gadis secantik merek. Anne memakai kaos GAP-ku yg berwarna putih, tanpa BH, karna putingnya terlihat dari luar dgn jelas. Mary memakai kaos Planet Hollywood-ku yg berwarna putih jg dan without bra too.
Kemudian kita ngobrol-ngobrol sambil minum minuman hangat yg sdh aku siapkan. Mary orangnya pendiam, tp muran senyum. Kalau Anne agak banyak gerak dan cerewet. Sewaktu kita ngobrol, si Mary berdiri dan lantas berjalan menuju kulkas.
“Mau Minum Bir?” tanyanya.
“Boleh”, jawabku,
“Tp.., kamu kan masih anak-anak” kataku sambil tertawa karena aku pikir si Mary cuma bercanda.
Dia buka botol Bir tersebut dan meminumnya sedikit, lalu dia bawakan buat kakaknya, Anne. “Wuih Gila, ku kirain dia becanda” pikirku.
Beberapa jam kemudian, ruang tamuku berasa agak panas, soalnya heaternya rusak. Aku meminta izin ke mereka untuk tidur duluan, tp aku tetap dipaksa untuk menemani ngobrol. Aku suruh mereka untuk nonton TV saja, tp mereka tdk mau. Kelihatannya mereka berdua sdh agak mabuk, soalnya pipi mereka merah banget, dan ngomongnya sedikit ngacau.
Aku menyuruh mereka tidur di kamarku, dan aku tidur di sofa. Lalu Mereka menarikku untuk tidur dgn mereka. Waduh “rejeki” pikirku.
Aku ikuti saja, tiba-tiba rasa kantuk dan lelahku hilang! hehehehe, mungkin karena pikiran kotor dan feeling bahwa aku akan bercinta dgn mereka berdua.
Kami tiduran di ranjang kamarku, terus aku memeluk Anne karena dia lebih deket dgn tanganku. Aku mencumbunya dan dia membalas jg cumbuanku. Tanganku meraba-raba dari rambutnya, leher, sampai toket montoknya. Kulepas kaosnya dgn cepat karena sdh napsu banget Lama tdk dapat!

Post Terkait