cerita panas

Pengalaman Ngesek Dengan Gadis 20 Tahun

Perkenalkan namaku Ana, aq seorang gadis 20 thn yg bertempat tinggal di Kota Bandung. Ini baru pertama kalinya aq menulis pengalaman ini, jadi mohon maaf apabila tulisanku disini masih kacau.

Aq akan menceritakan salah satu pengalaman nyataku yg tak pernah bisa untuk dilupakan seumur hidupku. Mungkin apabila aq dikatakan seorang lesbi agak kurang tepat, karena selama ini aq tertarik dengan laki-laki. Tapi ada satu keanehan dalam diriku yg terkadang terangsang ketika melihat sesama jenis, apalagi ia mengenakan baju yg seksi atau yg sedikit transparan.

Aq memiliki seorang kekasih yg berinisial W. Aq berhubungan dengannya sejak banggku sekolah SMA. Hubunganku dengannya sebenarnya belum begitu jauh. Paling jauh kami cuma melakukan petting dengan masih mengenakan pakaian dalam. Tapi dalam hal yg satu ini seringkali aq tdk terpuaskan. Kekasihku selalu ‘ngecrot’ sebelum aq sempat mencapai orgasme.

Singkat cerita, aq menjadi bosan dan mulai mencari-cari pelampiasan. Pada awalnya, ketika suatu malam, kekasihku baru saja pulang dari rumahku setelah kami melakukan petting. Dan seperti biasanya, Ia sudah ‘keluar’ sebelum sempat aq mengalami orgasme. Malam itu aq begitu kesal. Sampai akhirnya ketika aq sedang tidur-tiduran, dan perasaan itu datang kembali. Horny yg amat sangat. Tanpa kusadari, aq memulai berfantasi tentang hubungan seksual bersama seorang pria kekar, yg begitu jantan dan dapat membuatku orgasme sampai berkali-kali.

Tanpa kusadari tanganku mulai meremas-remas toketku sendiri. Aq sangat terangsang saat itu. Aq sendiri sebenarnya tdk menginginkan untuk bermasturbasi, tetapi dorongan itu sangat kuat, aq hanya merasakan sebuah kenikmatan baru. Sambil terus berfantasi, aq mulai membuka baju kaosku sampai aq hanya menggunakan BH dan CD saja (aq mempunyai kebiasaan hanya memakai kaos tanpa celana apabila aq sedang berada di rumah).

Aq meremas-remas, mengelus-elus lembut toketku, sambil sesekali memainkan puting susuku. Nafasku mulai tak teratur, tangan kananku mulai bergerak ke bawah, menelusuri perutku, lalu berhenti sebentar di daerah pusarku, lalu memainkannya sebentar, lalu kulanjutkan lagi kebawah, mengelus-elus lembut bagian kemaluanku yg masih tertutup CDku yg berwarna putih dan terbuat dari katun itu. Aq merasakan rangsangan yg belum pernah kurasakan sebelumnya sekalipun dengan kekasihku sendiri.

Setelah bermain cukup lama di atas CDku, aq mulai meraba-raba masuk ke dalam CDku. Kuelus lembut rambut-rambut halusku yg selama ini rajin kucukur. Kumainkan klitorisku yg sejak tadi sudah menonjol. Kurasakan kelembaban kemaluanku yg sedari tadi sudah terangsang. Aq menggesek-gesekkan jariku di klitorisku. Sampai tubuhku bergetar tak karuan. Ketika aq mulai memainkan bibir kemaluanku, begitu terkejutnya aq ketika tiba-tiba pintu kamarku dibuka dengan cepat, dan ternyata sahabatku yg berinisial S. Betapa terkejut dan malunya aq saat itu karena pada saat itu aq sedang dalam posisi terlentang di tempat tidur dengan hanya menggunakan CD dan bra yg sudah tersingkap, ditambah posisi tangan kananku yg berada di dalam CDku sendiri. Begitu juga S, ia hanya berdiri kaku dan tak berkata sepatah kata pun.

S adalah seorang gadis bertubuh ideal, sampai kadang-kadang aq iri dengan tubuhnya itu. Pinggulnya yg besar, toketnya yg ideal (34B) dengan tinggi tubuh sekitar 160 cm, perut langsing. Cukup membuat iri para gadis yg melihatnya.

Setelah beberapa detik kami saling membisu, akhirnya ia memecahkan suasana dengan senyum nakalnya sambil berkata,

“Lagi Ngapain Na?”

Aq hanya dapat menjawab dengan terbata-bata,

“Eng.. ngg.. ngga ngapa-ngapain kok..”

Dia hanya membalas ucapanku dengan tersenyum nakal sambil menghampiri tubuhku yg sedang terlentang dan setengah telanjang. Tanpa berkata apa-apa ia mulai mengelus-elus toketku.

Aq sempat tersentak kaget tapi ia berkata,

“Santai aja, tadi belom puas ya?”

Aq pada awalnya masih risih ketika ia memulainya, tapi entah mengapa aq hanya diam saja keenakan menerima elusan-elusannya itu. Ia mulai membuka BH-ku dan mulai mencium lembut kedua toketku. Tdk lama kemudian aq sudah terangsang dibuatnya, nafasku mulai tak teratur.

Setelah beberapa menit ia mencium dan menjilati kedua toketku, ia mulai membuka CDku. Ia mulai menjilati mulai dari ibu jari kakiku, naik terus ke betis, ke paha, sampai pangkal pahaku. Menerima perlakuannya itu aq benar-benar terangsang. Badanku mulai gelisah, bergerak ke kiri-kanan mengimbangi jilatan-jilatannya. Ia berhenti sejenak, lalu ia berdiri dan mulai membuka pakaiannya. Ketika itu pula aq melihat kedua toketnya yg putih kencang, dan puting susunya yg berwarna coklat muda. Seketika itu juga tanpa kusadari aq jadi tambah terangsang. Terlebih-lebih ketika ia membuka CDnya. Oh, yg kurasakan pada saat itu darahku berdesir dari jantungku menuju kemaluanku yg membuat kemaluanku terasa berdenyut-denyut dibuatnya.

Setelah selesai membuka seluruh pakaiannya, ia kembali naik ke atas tempat tidurku dan kembali menjilati pangkal pahaku sambil sesekali meremas toketku. Lalu ia mulai menjilati bibir kemaluanku yg membuatku seperti tersetrum arus listrik, badanku mulai mengejang kenikmatan. Ia menjilati bibir kemaluanku cukup lama sampai ia akhirnya mulai menjilati klitorisku sambil sesekali menggigit kecil klitorisku yg membuatku berkelonjotan.

Setelah agak lama Ia mulai mencoba memasukkan jarinya ke dalam lubang kewanitaanku yg sudah basah itu. Ia memutar-mutar jari tengahnya di mulut lubang memekku beberapa kali sampai akhirnya ia memasukkan jari tengahnya ke dalam lubang memekku dengan perlahan. Leguhan kenikmatan pun keluar dari bibir tipisku. Ia mulai menggerak-gerakkan jari tengahnya maju-mundur dengan irama yg semakin lama semakin cepat.

“Ahh..” suara desahan kenikmatan pun tak kuasa kubendung untuk keluar dari bibirku ini.

Semakin dalam ia memasukkan jarinya ke lubang memekku, semakin tak kuasa diriku menahan kenikmatan itu sampai akhirnya seluruh tubuhku seperti dialiri suatu hawa kenikmatan yg berpusat pada memekku dan menjalar ke seluruh tubuhku. Jeritan yg tertahan disertai tubuh yg menggelinjang kenikmatan hanya dapat kutahan dengan memagut bibir tipisku sambil mencengkram erat bed cover ranjangku. Sungguh suatu perasaan yg sangat luar biasa. Aq hanya terkulai lemas walaupun dalam hati kecil ini masih mengharapkan untuk yg selanjutnya.

Melihat diriku sudah mencapai orgasme, S pun mulai mengarahkan tanganku ke arah toketnya yg putih mulus itu. Aq pun langsung menyambutnya dengan elusan-elusan lembut di sekeliling puting susunya, secara perlahan-lahan kuusap, terus ke arah tengah toketnya, sampai akhirnya kuusap lembut kedua puting susunya yg sudah menegang sedari tadi. Kukulum kedua jari telunjukku, kubasahi dengan ludahku, lalu kuteruskan memberikan stimulasi di kedua puting susunya. Leguhan yg keluar dari bibirnya semakin membuatku terangsang untuk memberinya stimulasi yg lebih hebat.

Lalu aq pun duduk tepat di depannya dan mulai menjilati daun telinga kirinya sambil tetap kedua tanganku memberikan stimulasi di kedua toketnya. Kujilat sambil sesekali kugigit-gigit kecil daun telinganya, sambil terus turun ke arah leher, pundak, lalu ke tengah-tengah antara kedua toketnya, lalu menuju ke arah toketnya yg sebelah kiri. Kujilat terus sampai menuju puting susunya. Lalu aq berhenti di sana, kujilat, kumainkan lidahku di sana sambil sesekali kuhisap dan kugigit-gigit kecil.

Tubuhnya pun mulai terlihat berkeringat, gerakan-gerakannya semakin gelisah sambil menggigit bibir bawahnya, suara leguhan dan desahan pun tak urung keluar dari bibirnya itu. Setelah itu aq menuju ke arah toketnya yg sebelah kanan, kulakukan persis sama seperti ketika kustimulasi toketnya yg sebelah kiri. Setelah cukup lama lidahku pun mulai bergerak turun ke arah perutnya yg langsing dan putih mulus, terus ke bawah sampai ke pusarnya.

Lalu kujilat-jilat pusarnya yg mengakibatkan tubuhnya semakin berkeringat dan berkelonjotan. Dari pusar aq meneruskan lidahku ke bawah, ke arah kemaluannya. Kujilat lembut rambut-rambut kemaluannya, lalu lidahku kuarahkan ke pangkal pahanya. Kucium-cium lembut pangkal pahanya yg membuatnya kegelian. Kusentuh dengan jariku bibir kemaluannya yg sudah basah oleh cairan pelumas yg dikeluarkan oleh memeknya akibat rangsangan-rangsangan yg tadi kuberikan. Kugesek-gesekkan jariku di sana. Leguhan yg keluar dari bibirnya pun semakin menjadi-jadi mengimbangi semakin banyaknya pula cairan yg keluar dari kemaluannya.

Setelah agak lama jariku kugesek-gesekkan bibir kemaluannya, dengan suaranya yg mendesah, ia pun memintaku untuk menjilati lubang memeknya. Tanpa berpikir panjang, aq pun mulai menjilati bibir kemaluannya walaupun saat itulah untuk pertama kalinya aq menjilat bibir kemaluan seorang wanita. Leguhan dan desah nafasnya semakin memburu. Lalu dengan kedua jariku, kutarik lipatan memeknya ke atas sampai dapat kulihat klitorisnya yg berwarna pink itu, lalu kujilat-jilat dan kuhisap lembut. Tetesan keringatnya pun semakin membasahi tubuh indahnya itu.

Lalu ia menarik tubuhku dan mengajakku untuk membentuk posisi 69 dengan posisiku yg berada di atas. Terus terang, pada saat menstimulasinya kemaluanku pun sudah sangat basah akibat terangsang hebat, walaupun ini adalah untuk pertama kalinya aq berhubungan dengan sejenis. Sambil menjilati klitorisku ia memasukan jari tengahnya ke dalam lubang memekku yg sudah basah itu dan menggerak-gerakkan jarinya maju-mundur. Menerima perlakuan itu membuat diriku pun tdk mau kalah dan terus menstimulasi kemaluannya semakin hebat.

Tak lama kemudian tubuhnya terlihat mengejang menandakan orgasmenya telah tiba. Ia menghentikan kegiatannya menstimulasi kemaluanku dan mendekap pinggulku erat sambil meremas kedua pantatku disertai leguhan panjang nikmat dari bibirnya. Dengan nafas yg masih terengah-engah lalu ia menyuruhku mengganti posisi membentuk posisi menyerupai huruf X, dimana kemaluan kami bertemu di tengah-tengah. Kami pun seakan telah terbiasa dengan posisi tersebut mulai menggerak-gerakkan pinggang kami hingga kemaluan kami saling bergesekan satu sama lain. Sensasi rasa yg ditimbulkannya sangat luar biasa. Nafas kami berdua semakin memburu mengimbangi gesekan-gesekan di kemaluan kami yg semakin lama semakin cepat. Posisi ini kami lakukan sambil ia menjilat-jilat telapak kakiku, lalu ia pun mengisap-isap jari-jari kakiku yg menambah rangsangan di tubuhku.

Setelah sekitar 10 menit kami dalam posisi itu, aq pun berteriak dengan nafas yg terengah-engah dan memberitahukannya bahwa aq sebentar lagi keluar karena aq merasakan kemaluanku seperti berdenyut-denyut. Ia pun membalas dengan menjawab bahwa ia pun sebentar lagi akan keluar dan mengusulkan untuk mengeluarkannya bersama-sama. Dalam hitungan detik tubuh kami menggelinjang secara bersamaan tersengat hawa kenikmatan yg menjalar di tubuh kami berdua sampai akhirnya kami berdua terkulai lemas di atas ranjangku dengan nafas terengah-engah dan ranjang yg membasah terkena keringat kami berdua.

Setelah nafas kami mulai normal, dengan tubuh masih telanjang ia memeluk lembut tubuhku lalu mengecup bibirku dengan lembut, lalu setelah itu ia mengecup keningku sambil berkata,

“Na, kamu hebat! makasih ya..

Cukup lama kami tiduran sambil berpelukan sampai akhirnya ia memutuskan untuk menelepon rumahnya dan memberitahukan bahwa ia akan menginap di rumahku. Malam itu kami tidur bersama di bawah satu selimut tanpa mengenakan selembar benang pun di tubuh. Sampai sekarang pun ia masih sering menginap di rumahku dan kami pun sering melakukannya dengan berbagai posisi dan variasi. Pernah juga S datang dan membawa sebuah dlido (penis mainan) yg bervibrator sepanjang 20 cm dengan diameter 3 cm dan kami pun sempat bermain-main dengan alat itu. Sekarang ini sudah sekitar 2 minggu kami tdk berkomunikasi lagi. Ia sibuk dengan kegiatannya sendiri dan begitu juga denganku. Demikian cerita nyata saya yg dapat saya ceritakan walaupun dengan tulisan yg jauh dari sempurna ini karena terus terang ini adalah pengalamanku yg pertama kali menulis kisah nyata di sini.

Post Terkait