Cerita panas

Pemerkosaan Sekretaris Cantik

Cerita panas – Anita, yang biasa dipanggil Nita, seorang wanita cantik berusia 25 tahun, Nita bekerja disalah satu perusahaan pariwisata yang cukup terkenal sebagai sekretaris. Tubuh Nita cukup sintal dan berisi, didukung dengan sepasang gunung kembar berukuran 36B serta wajah yang cantik, membuat setiap pria pasti meliriknya, setiap kali ia berjalan.

Seperti biasa setiap hari Nita pergi ke kantornya di bilangan Roxi Mas, yang tanpa disadarinya ia dibuntuti sekelompok pemuda iseng yang hendak menculiknya.

Sudah beberapa hari para pemuda itu mempelajari kebiasaan Nita pergi dan pulang kantor. Dan hari itu mereka sudah menyusun rencana yang matang untuk menculik Nita. Tiba-tiba dijalan yang sepi taksi yang ditumpangi Nita dicegat secara tiba-tiba, dan sambil mengancam sopir taksinya, mereka langsung menyeret Nita masuk kedalam mobil mereka, dan tancap gas keras-keras, hingga akhirnya mobil mereka larikan kearah pinggir kota, dimana teman-teman mereka yang lain sudah menunggu disebuah rumah yang sudah dipersiapkan untuk ‘mengerjai’ Nita.

Didalam mobil Nita diapit oleh dua orang pemuda berkulit hitam, sedangkan yang dua lagi duduk dikursi depan. Nita sudah gemetaran karena takut, dan benar-benar tidak berdaya ketika dua orang yang mengapitnya memegang-megang tubuhnya yang sintal dan putih itu. Dua pasang tangan hitam bergentayangan disekujur tubuhnya, yang kebetulan pada hati itu Nita mengenakan rok lebar sebatas lutut, dengan atasan blouse putih krem yang agak tipis, hingga bra Wacoal hitam yang dikenakannya lumayan terlihat jelas dari balik blouse tersebut.

Baca Juga: Guruku Pasrah Menjadi Bahan Onaniku

Dengan leluasa disepanjang jalan tangan-tangan jahil tertersebut bergentayangan dibalik rok Nita sambil meremas-remas paha putih mulus tersebut, hingga akhirnya mereka tiba dirumah tersebut, dan mobil langsung dimasukkan kedalam garasi dan rolling doorpun langsung ditutup rapat-rapat. Nita yang sudah terikat tangan dan kakinya, serta mulut tersumpal dan mata ditutup saputangan digendong masuk kedalam ruang tamu, dan didudukkan disofa yang cukup lebar.

Ikatan tangan, kaki, mulut dan mata Nita dibuka, dan alangkah terkejutnya ia sekitar tiga puluh pemuda yang hanya memakai cawat memandanginya dengan penuh nafsu seks. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Nita pun mulai dikerjai oleh mereka. Nita yang sudah tidak berdaya itu hanya bisa duduk bersandar di sofa dengan lemas ketika salah seorang lelaki mulai membuka kancing blouse-nya satu persatu hingga blouse putih tersebut dicopot dari tubuh sintalnya itu.

Beberapa orang lagi berusaha membuka rok merah Nita hingga Nita pun akhirnya hanya memakai bra hitam serta celana dalam nylon berwarna hijau muda, dan membuat dirinya terlihat makin menggairahkan, dan spontan saja para pemuda berandal tersebut langsung terlihat ereksi dengan kerasnya. Celana dalam Nita pun langsung buru-buru dilepas dan menjadi rebutan untuk mereka.

Nita dipaksa duduk dengan mengangkang lebar-lebar, hingga vagina-nya yang ditumbuhi rambut-rambut halus itu terlihat dengan jelas, dan mereka pun bergantian menjilati serta menghisap-hisap bibir vagina Nita dengan nafsunya. Kepala mereka terlihat tenggelam diantara kedua pangkal paha Nita, sementara yang lainnya bergantian meremas-remas kedua gunung kembar Nita yang montok itu. Kop BH Nita diturunkan ke bawah hingga kedua gunung kembarnya muncul bergelayutan dengan indahnya, dan menjadi bulan-bulanan pemuas nafsu untuk mereka.

Tidak puas dengan hanya meremas-remas saja, beberapa orang mulai mencoba untuk mengisap-ngisap puting susu gunung kembar Nita yang ranum itu, hingga akhirnya Nita pun dipaksa oral seks untuk mereka. Bergantian mereka memaksa Nita untuk mengulum-ngulum batang penis mereka keluar masuk mulutnya. Kepala Nita dipegangi dari arah belakang hingga tidak bisa bergerak, sementara itu yang lain bergantian mengeluar-masukkan batang penis mereka dimulut Nita yang seksi itu hingga mentok kepangkal paha mereka.

Batang penis yang rata-rata panjangnya 17 senti itu terlihat masuk semua kedalam mulut Nita, hingga mencapai kerongkongannya. Tak ketinggalan Nita pun dipaksa untuk ‘mencicipi’ buah zakar mereka secara bergantian. Sepasang buah sakar tampak terlihat dikulum Nita hingga masuk semua kedalam mulutnya yang mungil itu. Wajah Nita yang cantik itu bergantian ditekan-tekan diselangkangan para pemuda berandal tersebut hingga buah sakar mereka masuk semua kedalam mulutnya.

Setelah puas dengan acara ‘pemanasan’ tersebut Nita pun dipaksa tiduran diatas kanvas diruang tamu tersebut dan dengan paha yang mengangkang lebar, batang penispun mulai keluar masuk vagina Nita yang masih ‘rapat’ itu, mereka dengan tidak sabarnya bergantian menjajal vagina Nita dengan batang penis mereka yang rata-rata panjang dan besar itu. Bagi yang belum kebagian jatah terpaksa memainkan-mainkan penisnya diwajah dan mulut Nita.

Beberapa orang dengan nafsunya memukul-mukulkan batang penisnya di wajah Nita sambil mendesah-desah dengan nafsu. Bosan dengan gaya tiduran, Nita dipaksa duduk di sofa lagi dengan paha mengangkang lebar dan kembali ‘di embat’ bergantian, sementara bibir Nita tetap sibuk dipaksa mengulum batang penis yang tampak mengkilat karena air liur Nita yang menempel di batang penis tersebut.

Sementara para pemuda yang mendapat giliran mengocok vagina Nita tampak sangat bersemangat sekali hingga bunyi batang penis yang keluar masuk vagina Nita terdengar sangat jelas. Hampir dua jam sudah Nita “dikerjain” dengan intensif oleh puluhan pemuda tersebut, hingga akhirnya satu persatu mulai berejakulasi. Tiga puluh pemuda mengantri Nita untuk berejakulasi diwajah Nita yang cantik itu.

Dimulai oleh empat orang berdiri mengelilingi Nita dengan batang penis menempel disekitar wajah Nita yang cantik. Sementara seorang lagi mengocok vagina Nita dengan nafsunya, hingga akhirnya ia tak tahan lagi dan mencabut batang penisnya dari vagina Nita, dan…. croott…. crootttt… croooottttt!!! air mani muncrat mengenai sekujur wajah Nita, melihat hal tersebut yang lain pun tak mau ketinggalan dan bergantian mengocok-ngocok batang penisnya cepat-cepat diwajah dan mulut Nita, hingga berakhir dengan semprotan air mani diwajahnya. Bahkan tak sedikit mengeluarkan airmani nya didalam mulut Nita, lalu memaksa Nita untuk menelannya.

Sekitar dua puluh menit, wajah Nita dihujani ‘air mani’ yang kental itu, hingga Nita terlihat basah kuyub oleh sperma mulai dari rambut hingga gunung kembarnya terlihat mengkilat oleh basahnya sperma puluhan pemuda berandal tersebut.

Jam menunjukkan pukul jam satu siang, dan Nita pun baru selesai ‘dikerjain’ oleh mereka, dan terlihat lemas tak berdaya dengan muka yang masih belepotan sperma. Tiga orang pemuda membawa Nita kedalam kamar mandi yang terlihat sangat mewah, dan memandikan Nita dengan air hangat serta sabun cair yang sangat wangi. Nita disuruh tiduran sambil direndam air hangat, sementara ketiga pemuda tersebut bergantian menyabuni tubuh Nita yang putih sintal itu dengan bernafsu, sambil sesekali meremas-remas selangkangan dan gunung kembar Nita yang terasa licin oleh sabun tersebut. Hingga akhirnya ketiga pemuda tersebut sudah tidak tahan lagi dan Nita pun diperkosa lagi didalam kamar mandi itu.

Mereka mengeluarkan Nita dari bak rendam, dan dibawah pancuran air hangat Nita dipaksa nungging, dan dua pemuda bergantian menyetubuhi Nita dari arah belakang, sedangkan yang satunya mengeluarmasukkan batang penisnya di mulut Nita, sambil memegangi rambut Nita hingga kepala Nita tidak dapat bergerak. Setengah jam sudah Nita ‘diobok-obok’ didalam kamar mandi, dan diakhiri dengan meyemprotkan air mani masing-masing didalam mulut Nita, dan tiga porsi air mani itu dalam sekejap sudah pindah kedalam mulut Nita, dan sisa-sisa sperma masih terlihat berceceran disekitar wajah Nita yang putih itu.

Selesai dimandikan, Nita kembali didandani hingga terlihat sangat cantik. Bra hitamnya yang berukuran 36B itu kembali dipasangkan. Celana dalam nylon Nita sudah raib jadi rebutan, hingga vagina Nita dibiarkan terlihat, sementara beberapa pemuda berandal itu sibuk menjepretkan kamera digitalnya kearah Nita. Nita dipaksa berpose dengan berbagai gaya yang sensual, mulai dari adegan membuka bra nya sendiri hingga duduk mengangkang sambil memasukkan batangan ketimun kedalam vaginanya.

Puas mengambil berbagai pose Nita, seorang pemuda mengambil dua gelas minuman dari dalam kulkas dan sepotong hamburger untuk Nita. Dan betapa terkejutnya Nita ketika tahu bahwa dua gelas minuman tersebut adalah sperma yang sudah disimpan berhari-hari di dalam kulkas. Seorang pemuda lagi mengambil suntikan besar tanpa jarum. Nita dipaksa membuka mulut lebar-lebar, sementara salah seorang menyedot sperma dalam gelas tersebut dengan suntikan besar itu, kemudian menyuntikkannya kedalam mulut Nita, hingga tertelan langsung kedalam tenggorokkannya. Mereka dengan brutalnya bergantian menyuntikkan ‘air mani basi’ itu ke mulut Nita hingga habis satu gelas penuh. Masih sisa satu gelas lagi, dan hamburger untuk Nita pun diolesi penuh dengan sperma tersebut, dan Nita pun dipaksa makan hingga habis. Sisa sperma sebanyak setengah gelas terpaksa disedot Nita dengan sedotan hingga tandas tak bersisa.

Selesai ‘memberi makan’ Nita, mereka kembali mengantri Nita. Namun kali ini Nita tidak disetubuhi, mereka hanya memaksa Nita mengulum-ngulum batang penis mereka dimulut Nita, serta mengocok-ngocoknya dengan kedua tangan Nita yang lentik itu. Tiga puluh batang penis kembali bergantian dikulum-kulum Nita, sementara yang lainnya memaksa Nita menggenggam batang penisnya dengan kedua tangannya, yang lainnya lagi sibuk memain-mainkan alat kelaminnya diwajah dan rambut Nita. Hingga akhirnya Nita kembali dihujani puluhan porsi sperma segar di wajah dan mulutnya. Pertama kali sperma muncrat dari lubang penis tepat didepan wajah Nita hinggga tepat mengenai dahi hingga bibir Nita, yang lainnya pun ikut menyusul hingga puluhan semprotan sperma berhamburan diseluruh wajah Nita yang cantik itu. Sementara itu dua orang pemuda dari kiri dan kanan Nita menyendoki air mani yang bertetesan di wajah Nita, lalu menyuapinya hingga mereka puas.