Cerita panas

Kusetubuhi Tika Rekan Kantorku Yang Sedang Hamil

Cerita panas – Kejadian ini terjadi belum lama, Waktu itu aku sudah mempunyai istri dan seorang anak laki-laki yang sudah bersekolah. Aku bekerja di salah satu perusahan besar di kota ku, dan aku berposisikan sebagai kepala HRD di perusahaan tersebut. Dan kejadian ini terjadi ketika ada karyawati baru yang pindah ke kantorku. Dia dipindah dari kantor cabang ke kantor pusat yaitu kantorku tersebut.

Panggil saja karyawati ini Tika. Sedikit gambaran tentang Tika, dia cantik, kulitnya putih bersih, Tika juga lumayan tinggi, sekitar 165cm dengan tubuh langsingnya membuat aku curi-curi pandang meliriknya. Dari tubuhnya yang langsing itu, ternyata Tika sedang hamil muda. Tika tak terlihat seperti wanita hamil, karena Tika menggunakan pakaian yang lumayan longgar. Dengan berbekal pengalamanku, kala aku mengetahui kalau Tika hamil aku malah senang dan aku akan terus mendekatinya, karena bagiku wanita hamil muda kayak Tika itu menambah ke seksian nya dan membuat aku semakin bergairah.

Dengan bermodal jabatanku yang lumayan tinggi, aku bisa bebas mendekati Tika. Hari demi hari, minggu demi minggu aku terus mendekati Tika. Hingga akhirnya aku bisa mengajak Tika untuk makan siang di sebuah resto tidak jauh dari kantorku. Setelah sampai resto, aku parkirkan mobilku, dan aku mulai melancarkan niat awalku. Aku mendekatkan tubuhku ke Tika, sambil berbincang aku mulai mengelus rambutnya yang panjang sebahu dan Tika pun diam saja.

Aku beralih memijit lehernya pelan-pelan dan aku lihat Tika mulai memejamkan mata tanda dia menikmatinya. Saat Tika memejamkan mata, aku beranikan diri untuk mencium pipinya dan sesaat Tika membuka matanya terkaget namun Tika juga diam saja dan menatapku penuh gairah. Melihat tatapan Tika yang menggairahkan, kemudian aku mendekatkan bibirku ke bibir Tika dan akhirnya aku mencium bibirnya yang mungil itu dan aku melumatnya.

Baca Juga: Ngentot Cewek Santri Berpinggul Montok

Lumatan bibirku tidak dibalas oleh Tika. Tika hanya terdiam, namun setelah beberapa menit sepertinya Tika menikmatinya kemudian tangannya merangkulku, memeganggi leherku dan dibalaslah lumatan bibirku hingga kini aku dan Tika saling melumat. Sambil bergumam “Mmmbbhhh…” Akhinrya kami berciuman dengan hebatnya. Sebelum akhirnya Tika melepaskan ciumannya dan aku pun mengerti. Akhirnya kami turun untuk makan.

Beberapa hari kemudian, aku melihat Tika sedang melamun, seperti sedang ada yang dipikirkannya, kemudian aku mendekatinya.
“Ada apa kamu Tik, kok melamun gitu,” tanyaku.
“Ada keluargaku yang sakit dan dirawat inap, aku ingin menengoknya namun suamiku selalu sibuk terus dengan urusan pekerjaannya,” jawab Tika.
“Ya udah aku anterin Tik, gak usah kawatir, namun ada syaratnya yaaa,” kataku.
“Apa syaratnya?” tanyanya.
“Cuma ciuman seperti kemaren aja kok, gimana, oke yaaa???” kataku.

Namun si Tika hanya tersenyum melihatku. Kemudian kami bergegas menuju rumah sakit tujuan. Di perjalanan aku terus menggoda Tika dengan rayuanku, sempat sesekali aku pegang pahanya yang mulus itu, karena Tika menggunakan rok mini.

Singkat cerita, kami selesai menjenguk keluarga Tika yang sakit itu. Kemudian aku mengajak Tika untuk jalan-jalan namun aku tak tahu mau mengajak jalan kemana. Akhirnya kami muter-muter tak tentu arah, hingga membuat hatiku semakin lama semakin deg-degan tak karuan. Hingga aku beranikan untuk menagih janjinya tadi.

“Mau dilakuin dimana niih Tik???” tanyaku sambil senyum.
“Terserah kamu aja,” jawabnya.

Kemudian aku mengarahkan mobilku menuju sebuah hotel. Aku sengaja mengarahkannya ke hotel itu karena aku tahu kalau tempat itu sudah biasa digunakan untuk pasangan mesum. Sesampainya di parkiran, suasana di sana sangat sepi sekali, namun aku melihat ada dua mobil yang juga terpakir dan aku pikir mereka juga melakukan hal yang sama. Setelah berhenti, aku malah melihat wajah Tika seperti cemas.

“Kenapa wajah kamu cemas gitu Tik?? kalo Tika gak mau ngelakuin ini gak papa kok, kita pulang aja,” ujarku.
“Gak papa kok, I’m fine and its oke,” jawabnya.

Kemudian aku mengajak Tika masuk kamar yang sudah aku pesan. Sampai di dalam kamar, tanpa peduli lagi aku langsung memeluk Tika erat dan Tikapun membalasnya lalu aku langsung mencium bibir Tika. Aku melumatnya dan Tikapun membalas lumatanku, hingga kita berciuman dalam posisi berdiri dengan durasi yang lumayan lama. Sambil terus berciuman, tanganku mulai menjelajah tubuh Tika. Dari aku raba pinggang belakangnya, hingga aku pegang bokongnya yang kenyal itu, sebelum akhirnya aku memegang susunya yang lumayan besar itu, dan aku mulai meremas-remasnya.

Ciumanku sekarang menjalar menuju leher dan juga telinga Tika yang membuat Tika mendesah “Aaahh.. Aaahh.. teruuuss… Aaahh…” dan aku terus menjiatinya yang semakin lama membuat Tika bergumam “Sssshhhh…” dan Tika pun sudah sange dan dia terlihat melemas, kemudian aku menahan tubuhnya dan aku bopong Tika kemudian aku merebahkannya di ranjang.

Tika yang sudah dilanda birahi nafsu, dia mulai membuka bajunya. Terlihat Tika sudah pasrah dan memberikan tubuhnya untukku. Dan setelah Tika membuka bajunya, sekarang Tika hanya menggunakan BH dan celana dalam saja. Woooowww… tubuh Tika sangat indah sekali, putih mulus, dan perutnya yang melembung menghiasi pemandangan saat itu. Melihat wanita hamil muda kayak gini aku semakin bergairah, kemudian aku mencium perutnya yang hamil itu, sambil tanganku yang satunya mulai meremas susunya yang masih tertutup BH. Uuuuhhh… sungguh sensasinya luar biasa banget.

Kemudian aku mulai membuka BH-nya, dan aku lihat wooooww sungguh padat banget payudaranya. Dan terlihat juga puting susunya yang sudah mengeras dan aku pun langsung melumat puting susunya yang menggairahkan itu. Sambil tanganku yang satunya mulai meraba celana dalamnya. Masih aku mainkan puting susunya dengan lidahku, tanganku mulai menyentuh klitorisnya dari luar CD Tika yang ternyata sudah becek.

Desahan-desahan terus keluar dari mulut Tika, dan aku masih terus melumat kedua puting susunya. Namun sekarang tanganku sudah masuk ke dalam CD Tika, dan aku langsung menyentuh klitorisnya yang seketika membuat Tika mendongkakkan kepalanya ke atas sambil mendesah “Aaaagggghhhh…” Aku mulai mengocok klitoris Tika hingga Tika mendesah semakin keras “Uuuggh.. Ugghh.. Niiikkkmaaattt…” Setelah puas dengan kedua puting susunya, kemudian jilatanku turun menuju perut dan turun lagi menuju vaginanya yang aku lihat sangat bersih sekali dan yang aku rasa vagina Tika lain daripada yang lain, karena vagina Tika sangat wangi sekali. Lidah aku terus menjilat vagina Tika sambil tangan aku mengelus perutnya yang sedang hamil.

“Uggghhh… terus say… Uugghhh…” Tika mendesah lagi dan saat itu juga masih sambil aku jilati klitorisnya, aku masukkan jari tengahku ke dalam vagina Tika “Aaaarrgggg.. enaaaak… bangeeet.. saaaayyy…” gumamnya. Aku pun semakin bersemangat, dan aku keluar masukkan jariku di vagina Tika sambil terus menjilati vaginanya yang harum. Tika yang sudah terangsang hebat, mulai memegang kepalaku dan menjambak-jambak rambutku.

Setelah bebrapa lama, aku rasa Tika akan keluar karena Tika mulai melenguh panjang dan menjepit kepalaku dengan pahanya. Dan benar, tak lama kemudian Tika “Saaayyyy.. aku.. mau.. keluuuaararrr…” akhirnya Tika keluar juga. Saat Tika orgasme tangan Tika semakin keras menjambak rambutku dan menekan kepalaku ke dalam vaginanya. Aku pun memuaskannya dengan terus menjilati klitorisnya dan menjilati juga cairan Tika. Aaaahhh… nikmat banget aku rasakan.

Kemudian aku kembali ke atas menuju wajah Tika dan aku mencium bibirnya kembali sambil berpelukan. Dan Tika pun berbisik di telingaku, “gantian aku puaskan kmau ya sayang.” Aku pun tersenyum dan mengangguk, kemudian aku membaringkan tubuhku di sebelah Tika dan tangan Tika langsung memegang penisku, dan tak lama Tika langsung mencium kepala penisku. Sejenak Tika menciumi kepala penisku sambil lidahnya bergoyang-goyang menjilati batang kontolku. Tika pun membasahi kontolku dengan ludahnya dan sesekali mengocoknya. Lidahnya juga menari hingga buah zakarku pun tak lepas dari jilatannya, dan membuatku melayang keenakan sampai aku mendesah kenikmatan.

Aku yang sudah keenakan kemudian memegang kepala Tika dan kukatakan, “cukup yaaa, nanti kalau lama-lama malah bisa meledak di mulut Tika” namun Tika menjawab, “biarin meledak di mulutku, aku juga ingin merasakan pejumu.” Waaah hanya dengan mendengarnya saja, gairahku semakin meningkat, kemudian aku mengangkat tubuhnya dan aku mulai melumat bibirnya dan aku balikkan tubuhnya hingga sekarang Tika terlentang.

Terus aku berdiri dan aku mulai mengarahkan kontolku ke vagina Tika. Pelan-pelan aku mulai memasukkan kepala kontolku ke vaginanya. Sambil memasukkan kontolku, aku melihat perutnya yang hamil itu, sungguh sexy sekali Tika ini. Dan dengan sedikit dorongan “Bleeeeeeeeesssssss……” kontolku sudah tenggelam di vagina Tika disertai dengan desahan Tika.

Tika mulai memegang pinggangku dan desahannya “Aaagghh.. terus.. sayaang.. yang.. kuaaatt.. saaaay..” Kontolku mulai ku keluar masukkan vaginanya. Sungguh sempit sekali vagina Tika, hingga aku rasakan seperti ada yang mencengkram kontolku sampai aku merasa keenakan banget. Karena Tika hamil, aku pelan-pelan menaik turunkan badanku memompa vagina Tika. Setelah beberapa saat aku rasa posisi ini kurang nikmat, kemudian aku mengambil bantal untuk mengganjal pantat Tika agar vagina Tika bisa lebih ke atas dan aku bisa memompanya dengan bebas.

Dengan tempo yang aku jaga, disertai elusan, rabaan, dan ciuman-ciuman dariku. Nafsu di antara kami semakin kuat, apalagi sesekali aku cium ketiaknya yang putih. “Agh.. agh.. ag.. geli sayang,” katanya. Lalu badan Tika mulai menegang dan tangannya tambah erat mengcengkram lengan aku tanda dia mau orgasme untuk yang kedua kalinya. Gerakan aku percepat, tambah cepat dan aku merasa kalau aku juga sudah dekat ujung. “Oooouuuggghhh… Enaaaakkkk… Saaaayyyaaanggg…”

Waktu merasa aku mau keluar, aku langsung lumat bibirnya dan Tika tambah keras mencengkramku.
“Aahhhhhhh… Sayaaaang… Aku mau meledak Saaay,” kata Tika.
“Aku juga mau keluar Tik,” kata aku.

Akhirnya “Croooottt… Croooottt… Croooottt…” meledak lah kami berbarengan, peju yang aku tahan sejak tadi membasahi dalam vagina Tika. Rasanya melayang sewaktu aku orgasme. Aku lumat dengan nafsunya bibir Tika yang mungil dan sexy itu. Dan kupeluk Tika, kuciumi perutnya.

Kemudian Tika berkata, ”enaaaak banget tadi saaaayyy…”
“Iya sayang, Aku juga sangat nikmat sekali,” kata aku.

Setelah kita puas berpelukan, kitapun mandi bareng. Aku sabunin badannya dengan lembut, dan daerah yang paling lama aku sabunin adalah daerah perutnya. Aku usap lembut, dengan gerakan memutar, turun naik, aku nikmatin sensasinya.

Kemudian Tika bertanya, ”kamu suka perut ku ya?”
”Iya Tik, aku suka dengan wanita hamil,” kataku.
“Nanti kalo aku sudah melahirkan, kamu masih suka nggak sama aku?” tanyanya.
“Pastinya aku akan selalu suka denganmu dan aku siap saja. Aku akan memuaskanmu lagi Tik,” jawabku.

Kemudian aku mencium bibirnya dan aku basuh badannya dan setelah aku keringkan dengan handuk, pakai baju and aku ajak dia balik ke kantor. Setelah kejadian itu, kira-kira sekitar 10 kali aku berhubungan Sex sama Tika sampai akhirnya Tika melahirkan. dan setelah Tika melahirkan, kami juga melakukannya lagi, namun tak sesering saat Tika hamil.