Cerita panas

Di kerjai 3 Cewek Dalam Semalam

Cerita panas – Saya seseorang mahasiswa yang kuliah di satu diantara perguruan tinggi swasta, Namaku Valentino sekarang ini usiaku 22 th Menurut rekanku walau muka Chinese-ku ini biasa saja tapi saya miliki daya tarik sex yang cukup tinggi. Tinggi tubuhku cuma 173 cm dengan berat 71 kg. Saya juga sukai berolahraga serta lumrah saja bila fisikku cukup sempurna.

Peristiwa ini berlangsung pada saat berlibur natal 2000 yang kemarin. Saat itu untuk melepas kebosanan karna tak ada kesibukan, saya mengambil keputusan untuk chatting di warnet di dekat kost. Saya masuk ke channel favoritku yakni Bawel. Selang beberapa lama ada nick yang invite saya masuk ke channel dia. Saya juga masuk saja, cuek.. siapa takut.

Nyatanya sesudah kami chat beberapa lama, dia itu seorang cewek universitas yang gaul banget. Dari perbincangannya kelihatannya dia bukanlah orang yang kuper. Namanya Michelle, serta kuliah di PTS juga serta usianya juga sama denganku. Diakuinya tengah ditinggal pacarnya serta dia masih sedih. Saya berupaya menghiburnya, saya juga minta no teleponnya. Serta pada akhirnya kami sama-sama ganti no telepon.

Besok harinya, saya bangun siang sekali karna tempo hari saya chatting hingga jam 1 pagi. Mendadak di kost-ku ada yang manggil, bilangnya ada telepon untukku. Saya juga bingung siapa yang menelepon, setelah kuangkat. Oh, rupanya Michelle yang meneleponku. Hari itu sich hari minggu, dan kebetulan saya lagi tak ada acara.

Baca Juga: MERASAKAN KEINDAHAN TUBUH IBU MERTUAKU

Michelle mengajakku untuk janjian berjumpa dan saya juga menyanggupinya. Kami bertemu di Mall Ciputra, persisnya di Pizza Hut. Rupanya disana dia tidak sendirian, dia ditemani tantenya yang cantiknya aduhai serta rekan satu kampusnya yang tidak kalah cakepnya. Nyatanya Michelle ini cantik sekali, tingginya kurang lebih 170 cm serta kutebak ukuran branya sekitar 36B, sama dengan tantenya.

Michelle menyapaku, “Kenalin ini Tante gue.. Ratna serta ini teman gue Shinta.. ” Kami juga berjabat tangan dan merasa tangan mereka benar-benar lembut. Kemudian kami pesan pizza ukuran besar dan sembari menanti saya selalu memandang Michelle, serta dia agak membungkuk hingga saya dapat lihat belahan dadanya yang buat kemaluanku mulai menegang ditambah sekali lagi lihat pahanya yang mulus tanpa ada cacat juga bibirnya yang ranum serta merekah.

“Kamu sedang berlibur kan Val? ” bertanya Tante Ratna.
“Iya nih.. lagi bosan, tidak ada yang dapat dikerjain saat berlibur. ” jawabku sekenanya.
“Mmm, bagaimana kalau kami bertiga ngerjain kamu, kan ngomongnya kamu tidak ada kerjaan? ” kata Shinta sembari tertawa menggoda.
“Iya nih, mau tidak.. kita bermain-main sedikit? ” sambung Michelle.
“Ah kalian bisa saja, bukannya saya yang ngerjain kalian nanti? ” godaku.
“Ihh.. kamu bisa saja deh.. ” bisik Tante Ratna.
“Ya sudah, dari pada banyak omong, bagaimana kalau malam hari ini kita nginap di hotel saja, tuh di seberang resepsionis hotel telah nunggu kita tuh.. ” ajak Shinta.

Pada akhirnya kami setuju untuk membooking kamar di Hotel Ciputra serta Tante Ratna yang bayar. Kami masuk ke kamar dan saya juga merebahkan tubuhku ke ranjang, untuk melepas capek. Saya sempat pejamkan mata sebentar, dan mendadak kurasakan ada yang mengelus-elus sekitaran selangkanganku dan nyatanya itu si Michelle yang sudah tidak sabar sekali lagi.

Dipelorotkannya reitsleting-ku serta dia juga mulai membuka CD-ku yang telah membengkak karna adikku yang telah tidak tahan sekali lagi untuk menerobos. “Val, saya ingin dong nyobain ngulumin pisang kamu yang cakep ini, bisa kan? ” pinta Michelle manja. Tanpa ada komando segera dijilatnya ujung kepala kemaluanku. “Ahh.. sangat nikmat.. ”

Belum juga sepuluh menit, mendadak Tante Ratna sudah telanjang bulat dan mengarahkan kemaluannya ke wajahku. Dan tanpa ragu kujilat vaginanya yang masih tetap cakep itu. Disamping itu Shanti yang dengan luwesnya setelah mandi mulai naik ke ranjang juga memegang ke-2 bukit Tante Ratna dan menegang putingnya itu karna terangsang oleh jilatanku pada ruang kewanitaannya.

“Ahh.. enak sekali rasa-rasanya dapat dikerjain mereka bertiga. Michelle serta Tante Ratna dengan buah dada 36B, dan Shanti dengan buah dada 34D, benar-benar membuatku tidak dapat berbicara terkecuali, “Uh.. oh.. uh.. oh.. ” Aduh benar-benar nikmat. Penisku yang panjangnya 16 cm ini rasa-rasanya sudah sangat nikmat serta panas sekali dihisap bergantian oleh mereka bertiga. Dan saya keluar sesudah 20 menit, dikocok serta dijilat bergantian.

Saya mengeluarkannya di mulut Michelle yang mungil sedang Tante Ratna serta Shanti juga tidak ketinggal bersihkan cairan spermaku yang cukup banyak ini. Kemudian Tante Ratna datang serta memijat penisku yang telah mulai loyo sampai berdiri sekali lagi. Ah, belum juga 2 menit adikku telah naik sekali lagi karena pijatan lembut Tante Ratna, disamping itu Shanti serta Michelle bermain berdua, karna mereka nyatanya lesbian dan biseks.

Tante Ratna lalu memasukan penisku kedalam lubang kemaluannya yang telah penuh cairan cinta itu. Memang sich awalannya agak sulit, serta rupanya walau telah miliki suami, Tante Ratna ini kemaluannya tetaplah sempit jadi adikku seakan dipijat serta diremas-remas oleh dinding kemaluannya yang kuat sekali. Disamping itu selang saat 15 menit, Michelle menghampiriku sekali lagi serta meletakkan vaginanya diatas wajahku untuk dijilat.

Michelle menjilat puting susu Tante Ratna yang berwarna pink itu. Disamping itu Shanti juga tidak tinggal diam, diarahkannya jariku kedalam lubang kemaluannya lalu saya juga mulai tahu tujuannya. Kuobrak-abrik kemaluannya dengan ke-2 jariku, sampai Shanti menjerit-jerit keenakan.

Pada akhirnya 10 menit lalu Tante Ratna berteriak, “Val.. oh.. enak Val.. Tante ingin keluar nih.. ”
“Tunggu Tante saya juga ingin keluar, saya keluarin di dalam saja yah?
“Ya udah, keluarin di dalam saja.. ohh.. Tante keluar.. ” desah Tante Ratna.
Pada akhirnya kami juga keluar bersama. Serta lalu kami selalu coba style yang lain sekali lagi hingga lebih kurang telah 1/2 dua pagi.

Esok harinya jam tujuh pagi saya terbangun serta nyatanya mereka telah membikinkan sarapan untukku. Wah tanpa ada baju mereka menyuapiku untuk sarapan serta minum susu. Tapi saya lebih tertarik pada susu mereka. Dengan nafsu mereka menyuapiku dalam kondisi telanjang. Terasanya dunia ini seperti di sorga. Michelle mulai menatapku penuh nafsu. “Val, saya ingin sekali lagi nih, habis tempo hari belum juga senang sich.. bisa tidak? ” bertanya Michelle.

“Oh.. why not, my soul is your mine.. juicet do it.. ” balasku mesra. Pada akhirnya Michelle mulai menjilati putingku sambil menciumku serta membelaiku. Saya benar-benar rasakan kesenangan serta kelembutan tangannya. Serta di adik kecilku sudah ada Tante Ratna dan Shanti yang tangannya bergerilya dengan penuh nafsu serta membuatku merem melek. Oh.. begitu indahnya dunia.

Lalu Tante Ratna memijat adik kecilku dengan ke-2 bukit susunya yang benar-benar menarik. Aduh enak sekali dipijat dengan tetek ini rasa-rasanya. Saya tidak mampu sekali lagi untuk menahan semuanya gairahku. Disamping itu Michelle juga tidak ingin tinggal diam sekali lagi. Lalu diarahkannya vaginanya ke wajahku serta saya juga menjilat vaginanya yang telah memerah itu. Lalu nada desahan terdengar dan berpadu membuat satu gabungan nada yang menggairahkan, birahiku makin tinggi.

Setelah selang 15 menit saya mulai coba mengubah tempatku dan Michelle kubaringkan sementara Tante Ratna serta Shanti asik bermain berduaan. Kutumpahkan susu sarapanku ke mulut vagina Michelle serta kujilat-jilat vaginanya yang saat ini telah jadi rasa susu itu. Serta Michelle juga mengerang keenakan, “Val, masukin dong.. saya udah basah nih. ” Serta tanpa ragu sekali lagi kuhujamkan dengan keras penisku yang 16 cm ini sedalam-dalamnya ke lubang Michelle yang merah merekah itu.

Saya terus-menerus memompa tanpa ada henti walau badanku serta badan Michelle telah berkeringat semuanya. Nada desahan selalu saja keluar dan makin menggebu-gebu semangat dan nafsuku pada pagi itu. “Uh.. uh.. uh.. ”  selalu mendesah serta keringat kami selalu menetes di badan kami seperti berkilat keemasan ditimpa seberkas cahaya matahari. Tante Ratna juga yang walau sudah cukup berusia tapi tetaplah saja bugar serta fresh.

Mungkin saja makin tua makin memiliki pengalaman kali yah? Sedang Michelle yang masih muda selalu saja memperlihatkan semangat mudanya dengan jeritan-jeritan orgasme yang benar-benar membuatku terasa mujur, kelihatannya sekali mendayung 3 gunung kembar terlampaui. Saya betul-betul di buat kecapekan. Benar-benar berlibur yang awal mulanya buat bete jadi berlibur yang penuh kenangan.

Post Terkait