Cerita Panas

Desahan Liar Annisa Pada Saat Nafsu Tinggi

Dengan kesalnya Annisa menuju di ranjang gadis itu dikenal sebagai musisi berjilbab saat ini dia sedang mengalami amarah, dengan alasan banyak yang menggoda dan orang orang usil saat dia di panggung, ada eksekutif muda yang bilang “kapan buka bajunya” dan ada juga yang mengulurkan tangannya mencoba ingin meremas susunya Annisa.

Situasi seperti itu menjadi yang lumrah karena dekat pantai kuta dan semuanya menikmati hiburan yang disuguhkan, Annisa masih ingat dengan nada tertawa orang yang mau memegang susunya dan dia bergegas keluar dari café tersebut dan dia menuju ke kamar mandi hanya dengan mengenakan celana dalam.

Namun niatnya terhenti ketika ia mendengar ketukan dipintu.keras dan mengelegar. emosi kembali terpancing. bergegas Annisa melangkah ke pintu, namun urung, entah kenapa ia menarik keluar dari tasnya sebuah jubah panjang berwarna biru muda, lalu dengan cekatan tangannya memasang jilbab. masih sangat lancar.

Annisa belum melupakan semua kebiasaan itu. lalu dengan cepat membuka pintu, namun sebelum sempat melontarkan kata-kata amarahnya, satu pukulan keras menghantam pelipisnya. mata Annisa langsung terasa gelap, dan terhuyung-huyung. ia merasakan seseorang mendorong tubuhnya dengan kuat hingga ia terbanting dan jatuh ke lantai.

Baca Juga: Cerita Seks Dewasa Ngetot Guru PSK

Samar terdengar suara pintu dikunci. lalu gelap. tak tahu berapa lama ia pingsan, yg jelas ketika Annisa tersadar ia berada disebuah ruangan yg asing. perlahan Annisa mencoba memeriksa keadaan tubuhnya, ternyata ia masih mengenakan jilbab dan berpakaian lengkap.

Sedikit rasa lega muncul. namun Annisa terpekik kaget, ketika dirasakannya tiba-tiba seorang memeluknya dari belakang. Annisa yg masih mengenakan jilbab lebar ini menjadi sangat kaget ketika menyadari yang memeluknya adalah lelaki di cafe yg tadi ditamparnya.

Annisa meronta dari dekapan laki-laki itu namun tiba-tiba sebilah belati telah menempel di pipinya, membuat Annisa terdiam tak berkutik.laki-laki itu, Indra, mendekatkan mulutnya ke telinga Annisa yang tertutup jilbab lebar.

“Maaf, Mbak Annisa. Mbak begitu cantik dan menggairahkan, aku harap Mbak jangan melawan atau berteriak atau belati ini akanmerusak wajah ayu yang cantik ini”. desis Indra lembut, namun membuat Annisa gemetar tak berkutik.

Kilatan belati yg terpantul ke wajahnya membuat wajah Annisa pucat. Seumur hidupnya, baru kali ini Annisa melihat pisau belati yg berkilat-kilat begitu dekat, kesannya seolah sangat tajam itu sehingga membuatnya semakin lemas ketakutan.

Wajahnya pucat pasi oleh ketakutan yang menyerangnya.tiba-tiba tubuh Annisa mengejang ketika dia merasakan, tangan Indra menyusup ke balik jilbab lebarnya,meremas-remas lembut kedua payudaranya yang tertutup jubah dan BH, lalu turun ke arah selangkangannya, meremas-remas mekinya dari luar jubah yang dipakainya.

“Jangan.. aku mohon jangan mas.. aku minta maaf ” rintih Annisa ketakutan. Namun laki-laki ini tak perduli, kedua tangannya kini bernafsu meremas-remas buah dada serta selangkangan musisi muda itu.

Annisa menggeliat-geliat akibat remasan laki-laki yang menjarah tubuhnya dalam posisi membelakangi laki-laki itu.

“Jangan.. mas .. saya minta .. maaf tolong .. saya mau pulang..” pintanya masih dengan wajah ketakutan.

Namun tak disadarinya kata-kata mengalir tak lancar, terputus-putus, tanpa disadarinya mekinya mulai basah oleh cairan. Indra merasakannya, ia tertawa pelan sebelum kemudian berlutut di belakang Annisa.

Annisa menggigil, tubuhnya tak sadar tersentak, ketika kemudian merasakan tangan lelaki itu merogoh lewat bagian bawah jubahnya, lalu menarik turun celana dalamnya.

Tubuh Annisa gemetar oleh rasa malu dan takut ketika tanpa diduganya, Indra menyingkap bagian bawah jubah birunya ke atas sampai ke pinggang. tak tertahan Annisa terpekik dengan wajah yang merah padam ketika menyadari bagian bawah tubuhnya kini telanjang.

Indra justru merasa takjub melihat dirigent orkestra T&T itu dalam keadaan telanjang bagian bawah tubuhnya. Sungguh, Indra tidak pernah menyangka kalau sore ini akan melihat kemulusan tubuh Annisa yang dulu sering dilihatnya dalam keadaan berpakaian rapat ketika memimipin pagelaran atau konser musik.

Pertama kali Indra melihat Annisa subiakto di televisi, ia memang sudah tergetar dengan kecantikan wajah wanita berkulit putih ini walaupun sebenarnya Indra sudah beristri, tapi apabila dibandingkan dengan daya tarik Annisa yg berjilbab, yg membuat Indra membayangkan bermacam hal karena tak bisa menduga bentuk tubuh Annisa, istrinya yg biasa tampil berbaju ketat sexy dan terbuka itu tidak ada apa-apanya.

Namun saat itu kesan alim yg timbul dari Annisa yg selalu berpakaian rapat tertutup dengan jilbab yang lebar membuatnya merasa segan dan bersalah, rasanya malu sendiri. Tetapi sejak Annisa melepas jilbabnya dan tampil sexy Indra semakin terpikat dengan kecantikannya, dan semakin tak mampu membendung gairah sexualnya pada Annisa.

Maklum saja selama ini memang Indra selalu melihat Annisa dalam keadaan memakai pakaian jubah panjang dan jilbab yang lebar, namun Indra dapat membayangkan kesintalan tubuh Annisa melalui tonjolan kemontokan buah dadanya dan kemontokan pantatnya yang sesekali terlihat selintas pada pakaiannya yg berjilbab lebar.

Indra tidak menyangka kalau bagian tubuh Annisa subiakto yang selama ini tersembunyi, kini akan dapat dinikmatinya.Muka Annisa semakin merah padam ketika diliriknya, mata Indra masih melotot melihatnya yang setengah telanjang.

Celana dalamnya memang kini teronggok di bawah kakinya setelah ditarik turun oleh Indra, sehingga Annisa terbuka setengah tubuhnya ke bawah. Bentuk pinggul dan pantat Annisa yang sintal ini sangat jelas terlihat oleh Indra.

Belahan pantat Annisa yang telanjang terlihat sangat bulat, padat serta putih mulus tak bercacat membuat birahi laki-laki yang telah menggelegak sedari tadi kian menggelegak.Diantara belahan pantat Annisa terlihat belahan bibir kemaluan berwarna kemerahan, sangat menggiurkan.

“Annisa..Kakimu direnggangkan. Aku ingin melihat vaginamu…”desis Indra sambil jongkok menahan birahinya melihat bagian kehormatan Annisa yg saat itu masih mengenakan jilbab lebar yg sebenarnya tak lagi disukainya itu.

Annisa mencoba menolak, namun Indra meraih belati lalu menggerak-gerakkan sehingga kilaunya terpantul ke wajah Annisa, membuat keberanian gadis itu luntur kembali.Annisa menyerah, ia merenggangkan kakinya.

Dari bawah, lelaki itu menyaksikan pemandangan indah menakjubkan. Dipangkal paha Annisa rambut mekinya tak dicukur habis, meskitak lebat, namun terlihat rapi. Indra kagum melihat kemaluan Annisa yang begitu montok dan indah, beda sekali dengan kemaluan istrinya.

Yang sudah kendur karena dihajar penis Indra berkali-kali dan sudah melahirkan 3 anak. memang penis Indra tergolong abnormal, bahkan mungkin tergolong sebagai cacat sebenarnya, terlalu besar. hampir 30 cm panjangnya, dengan diameter yg cukup besar.

Mulut istrinya bahkan tidak mampu mengulum penis Indra. namun bagi Indra ini adalah cacat yg menyenangkan ia sangat menyukai mendengar dan menyaksikan gadis-gadis yg diperkosanya menjerit kesakitan, ketika ia meng’hajar’ mereka.“Jangaan..mas, aku muhon … “ pinta Annisa dengan suara bergetar menahan tangis, ketika ia merasakan tangan Indra meremas-remas bongkahan pantatnya yang telanjang.

Namun Indra seolah tak mendengarnya justru tangan itu semakin bersemangat, kemudian lelaki itu menguakkan bongkahan pantat Annisa lantasmendekatkan wajahnya menciumi pantat mulus yang montok itu.

Annisa menggeliat, terlebih ketika lidah Indra mulai menyentuh anusnya. Annisa tersentak, tubuhnya terkejat-kejat diluar kehendaknya, tak sadar mulutnya mulai merintih. Annisa mengejang ketika ia merasakan lidah lelaki itu menyusuri belahan pantatnya, lantas menyusuri celah di pangkal pahanya.

Dengan bernafsu Indra menguakkan bibir kemaluan Annisa yang berwarna merah jambu dan lembab.Tubuh Dirigent Orkestra T&T itu mengejang hebat saat lidah Indra menyeruak ke liang mekinya.

Tubuhnya semakin bergetar ketika lidah itu menyapu klitorisnya. Semakin lama Annisa kian tak kuasa menahan erangannya. terlebih ketika bibir lelaki itu mengatup dan menyedot-nyedot klitorisnya,dan menit-menit selanjutnya Annisa semakin larut oleh birahi ketika Indra seakan mengunyah-ngunyah mekinya.

Seumur hidupnya, Annisa belum pernah diperlakukan seperti itu.“Hmmm…, enakkan , Annisa ….” kata Indra sambil berdiri setelah puas menyantap kemaluan Annisa ,walaupun begitu tangan kirinya terus bermain di vagina Annisa.

“Aihhhh…eungghhhh….” Annisa mengerang dengan mata terpejam. Namun mata itu membelalak ketika beberapa saat kemudian sesuatu yang besar,panjang dan panas mulai menusuk mekinya melalui belakang.

Tubuh Annisa yg setengah telanjang, namun masih mengenakan jilbab ini mengejang ketika menyadari mekinya tengah dimasuki penis Indra namun ketakutan dan gairah yg sudah menguasainya membuat Annisa hanya bisa pasrah.

Tapi sekejap kemudian Annisa merasakan batang penis Indra yang besar dan panjang, menyeruak memaksa bibir vagina Tia terkuak lebih lebar, rasa sakit seketika membuatnya menjerit kesakitan.

“Ahhhhhhhh, aduuuuuuuuuh .. sakit. Aduhhhh. ” Annisa menjerit-jerit menahan sakit ketika penis yg sangat besar menyodok masuk dan akhirnya bersarang diliang mekinya begitu dalam.Tubuh Annisa hanya mampu menggelinjang ketika Indra mulai menggerakan penis dalam jepitan kemaluan tia yg terasa sangat ketat akibat besarnya penis Indra, Tia menjerit-jerit tak mampu menahan sakit.

“Aduuuuuh, ampun … aduh sakit. Tolong .. Tolong” Annisa mencoba berontak dengan sia-sia, teriakan minta tolongnya menggema dalam ruangan itu. Namun Indra tidak perduli, dengan kuat ia terus mengerakkan tubuhnya, menyodokkan penisnya sedalam mungkin. akhirnya Annisa hanya bisa mengerang lemah.

Air mata nya bercucuran, bahkan air liur menetes dari mulutnya akbitat teriakan yg tak hentinya dijeritkan Annisa tadi. cairan mekinya perlahan mulai membuat penis itu bergerak lebih mulus.

“Mmmfff…enak kan Annisa? ngentot tanpa melepas baju….nnghhh…” kata Indra di belakangnya sambil menggerakkan pinggangnya maju mundur dengan napas erengah-engah. tia dapat merasakan penis Indra, yang kini tengah menusuk-nusuk liang mekinya itu, jauh lebih besar dan panjang dibanding penis mantan suaminya.

Tanpa bisa dicegah perasaan padat dan sesak dalam mekinya membuat tia bergairah.Tangan kiri Indra membekap pangkal paha tia, lalu mulai menekankan pinggul musisi muda itu kebelakang, dengan keras, membuat tia tanpa sadar menggigit bibirnya.

Annisa tak kuasa menahan sensasi yang menekan dari dasar kesadarannya. ia mulai mendesah liar, apalagi tangan kanan lelaki itu kini menyusup ke dalam jubahnya, lalu merobek bra Annisa sampai putus, kemudian meremas dan memilin-milin puting susunya yang sekarang menonjol.

“Ayo Annisa….ahhhh…jangan bohongi dirimu, sendiri.”Indra terus memaju mundurkan penisnya yang terjepit vagina wanita muda itu.Annisa menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba melawan terpaan kenikmatan di tengah tekanan rasa sakit dan malu.

Tapi ia tak mampu.Annisa mendesah dan mengerang, bahkan tanpa sadar mulai mengenjotkan tubuhnya mengayun maju mundur dengan kuat. Annisa bergerak dengan liar, lalu tubuh menggelinjang dan bergetar hebat, sampai tersentak-sentak, dan dalam waktu beberapa menit kemudian Annisa menjerit sangat keras saat ia meraih puncak kenikmatan, hingga suaranya menggema memenuhi ruangan. tubuhnya melengkung seperti busur.

Lalu Annisa langsung lunglai, tapi Indra selangkah lagi sampai ke puncak. ia terus mengaduk vagina Annisa subiakto yg terkulai lemah dengan kecepatan penuh. Lalu, dengan geraman panjang, ia menusukkan penisnya sejauh mungkin ke dalam kemaluan wanita muda itu.

Kedua tangannya mencengkeram payudara Annisa yang padat dan montok dengan kuat. Annisa yang masih dibuai gelombang kenikmatan, kembali merasakan sensasi aneh saat bagian dalam mekinya disembur cairan hangat mani dari penis Indra, yg terasa banyak membanjiri liang mekinya.

Annisa kembali merintih, mirip suara anak kucing, saat perlahan Indra menarik keluar penisnya yang belumuran mani lalu membalikkan Annisa, dan meletakkan penisnya di depan mulut Annisa. Annisa tak sadar menyedot dan menghisap cairan itu.

mencoba mengulum batang penis yg sangat besar itu. Indra terkejut ketika tia mampu membuka mulutnya cukup besar sehingga kepala penis Indra masuk dalam mulutnya. namun ketika gelombang kenikmatan itu berlalu, kesadaran kembali memenuhi ruang pikiran wanita muda itu.

Dengan kuat Annisa mendorong penis Indra keluar dari mulutnya. wajah Annisa dan jilbabnya berlumuran air mani. Annisa terisak dengan tangan bertumpu pada meja disisinya.“Sudah, Annisa nggak usah nangis! toh Annisa ikut menikmati juga, jangan ceritakan pada siapa-siapa kalau mau selamat !!” kata Indra dengan tekanan keras sambil membenahi celanannya.

Annisa tersentak ketika melihat Indra lalu meraih sebuah handicam, senyum laki-laki itu terlihat mengerikan.namun keterjutannya tak terhenti sampai disitu, ketika ia menyadari ada begitu banyak kamera film, layaknya sebuah studio produksi film, dan ada sekitar duapuluhan lelaki yang saat ini merapikan peralatan itu.

Air mata Annisa menetes, jadi sedari tadi ia ditonton oleh begitu banyak orang. Annisa terduduk lemas.lalu kata-kata Indra berikutnya membuatnya tersentak.

” kalau kamu tidak ingin video ini kami sebarkan, kamu harus selau menuruti perintah kami.

”tawanya menggema dalam ruangan itu. Annisa terdiam, ia sudah bisa membayangkan bahwa ia akan menjadi objek pelampiasan nafsu Indra dan teman-temannya.dengan ketakutan ia melihat beberapa laki-laki mendekat.

Annisa mendengar Indra berkata ..” nah, sekarang kita buat episode yg lain.”Annisa menjerit ketakutan ketika ia mengetahui apa yg akan mereka lakukan.tawa mereka terdengar mengerikan.

Lalu beberapa orang mulai melucuti pakaian dan jilbabnya.Indra melangkah keluar, ia akan menghubungi beberapa temannya. ini peluang bisnis, pasti banyak yg mau membayar untuk menyetubuhi Annisa subiakto.

Dari pintu yg perlahan menutup teriakan dan jerit ketakutan Annisa terdengar. tadi Indra sengaja tidak mengatakan bahwa adegan selanjutnya akan dilakukan beramai-ramai sekaligus dengan tujuh orang lelaki yang akan memperkosa Annisa secara brutal.

Teriakan Annisa terputus ketika pintu menutup, membuat ruangan itu kedap suara.Indra melangkah, cahaya matahari bali membanjiri lorong yg berhiaskan jendela-jendela kaca besar, dikejauhan terdengan suara ombak.

Post Terkait