Cerita panas

Cerita Sex Bokep Tante

Cerita panas – Seperti biasa pada pagi hari seluruh penghuni bedeng sibuk dibelakang (mandi, mencuci), Perlu diketahui bahwa situasi di lokasi tinggal ini mempunyai 5 kamar mandi terpisah dari rumah. Aku yang telah terbiasa mandi sangat pagi sedang duduk santai seraya nonton TV. Lagi asik nonton tersiar olehku gemercik air laksana orang sedang mandi.

Mulanya sih biasa saja, namun lama kelamaan penasaran pun aku dibuatnya. Aku mencoba menyaksikan dari balik celah pintu belakang rumahku, dan aduh!! alangkah kagetnya aku saat melihat Mbak Lita yang sedang mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Aku tidak tahu kenapa ia begitu berani guna membuka tubuhnya pada lokasi terbuka laksana itu.

Ketika aku terbit untuk mandi, aku menyaksikan Mbak Lita sedang membasuh pakaian. Dengan posisinya yang menjongkok tampak jelas olehku belahan payudaranya yang terlihat telah agak kendor namun berukuran 34 b. Setiap kali aku menyimak pantatnya, entah kenapa aku langsung bernafsu dibuatnya. Kembali batang kemaluanku tegang dan laksana biasa aku mengerjakan onani di kamar mandi.

Sore tersebut aku baru bakal mandi, begitu pun dengan Mbak Lita. Setelah berlalu aku langsung buru-buru terbit dari kamar mandi sebab kedinginan. Diluar dugaanku ternyata aku menabrak sesuatu yang ternyata ialah Mbak Lita. Keadaan waktu tersebut sangat gelap (mati lampu) sampai-sampai kami saling bertubrukan. Menerima tubrukan itu, Mbak Lita nyaris jatuh dibuatnya. Secara reflek aku langsung menciduk tubuhnya. AduH! Tenyata aku tanpa sengaja sudah menyentuh payudaranya.

Baca Juga: LIARNYA WANITA SETENGAH BAYA – 2

” Maaf.. Aduh maaf mbak, nggak sengaja” ucapku.
” Nggak, nggak pa pa kok, wong saya yang nggak liat” balasnya.

Sejenak kami terdiam dikeheningan yang pada saat tersebut sama-sama menikmati dinginnya angin malam. Tanpa dikomando, tubuh kami pulang saling berdampingan setelah tadi sempat malu sebab kecerobohan kami berdua. Sepertinya Mbak Lita memahami bahwa aku belum empiris sama sekali. Ia lantas mengambil inisiatif dan langsung memegang batang Penis Besar yang berada dibalik handuk.

Kini tiba ketika yang kutunggu. Handuk yang masih menutupi tubuhnya langsung kubuka tanpa hambatan. Secara samar-samar bisa kulihat payudaranya. Kuremas dan kukecup dengan lembut dan au ..est..nikmaat..teruss ..aow .., Mbak Lita menyangga nikmat.

 

Seperti difilm BF aku mengupayakan mempraktekkan gaya melumat kemaluan wanita. Kucoba tidak banyak dengan ujung lidahku, rasanya ternyata tidak banyak asin dan berbau amis. Tetapi tersebut tidak menghentikanku guna terus menjilatinya. Semakin lama rasa jijik yang ada pulang menjadi rasa ninkmat yang tiada tara.

“ Mbak inginkan .. kelu..ar ahh” racaunya.

Tanpa kusadari tiba-tiba terbit cairan kental dari vagina nya yang belakangan kutau bahwa itu ialah cairan wanLita. Aku belum berhenti dan terus menjilati kemaluanya hingga bersih. Mbak Lita tanpa diperintah telah tahu apa yang kumau dan langsung memungut posisi berada diatasku. Mbak Lita langsung memegang kemaluanku dan mengupayakan memasukkannya kedalam liang senggamanya.

Ah..ah..ah..oh..oh..nik..maatt..ahh.. Mbak Lita terus mengerjakan gerakan yang paling erotis. Desahan Mbak Lita membuatku semakin bernafsu dLitambah dengan payudaranya bergoyang kesana-kemari. Rupanya aku tak dapat lagi bermukim diam. Aku berjuang mengimbangi genjotan Mbak Lita sampai-sampai irama genjotan tersebut sangat merdu dan konstan.

Lama kelamaan genjotan Mbak Lita semakin cepat dan aku..a..ku.. kee..luuarr..ahh..ohh..nikmaatt Mbak Lita akhirnya menjangkau klimaks yang kedua kalinya. Aku yang belum apa-apa merasa kesal tidak dapat klimaks secara bersamaan. Akhirnya aku meminta Mbak Lita guna kembali mengulum kemaluanku.

Selang 10 menit ah..auw..oh..nik..maatt..oh.. crot..crot..crot..semua air maniku tertumpah diwajah Mbak Lita dan diseluruh tubuhnya. Saat tersebut Mbak Lita tidak berhenti kulumannya dan menjilati semua air jantan tersebut. Aku paling ngilu dibuatnya namun sungguh masih paling nikmat sekali. END