Cerita Panas

Cerita Panas – Daun Muda Pemuas Nafsuku

Cerita Panas – sudah hampir 8 tahun Saya menikah dan selama ini Saya  begitu mencintai keluargaku, namun akhirnya Saya menghianati suami yang selama ini Saya cintai. Saya berhubungan kembali dengan mantanku, seorang pria yang masih single hingga sekarang. Dia benama Hari yang dengan setianya masih mengingat Saya yang sudah menghianatinya dulu bahkan Saya  melupakan janji yang telah ucapkan padanya.

 

Namaku Niar perempuan yang sudah menginjak usia 30 tahun. Dan sudah mempunyai anak yang lucu-lucu, sebenarnya trenyuh juga melihat mereka di kala Saya akan pergi menemui Hari pacarku, tapi Saya lakukan karena Saya begitu kesal dengan suami yang kurang memberikan perhatian padaku. Bahkan sering juga dia melimpahkan kekesalannya padaku. Walau itu tidak ada sangkut pautnya denganku.

 

Baca Juga: Pasutri Yang Pengertian

Awalnya Saya dapat menerima, kalau dia stres memikirkan dirinya yang kurang mencukupi kebutuhan keluarganya. Tapi lama-kelamaan Saya tidak kuat juga menahan semuanya, dan akhirnya Saya mencurahkan semuanya pada seseorang yang dengan setianya mau mendengarkan curhatku. Dia tidak lain adalah mantanku yang secara tidak sengaja Saya kembali bertemu dengannya di sebuah pertokoan.

 

Mengobrol dengannya membuatku merasa ada yang sedikit mengurangi bebanku. Tapi meskipun Saya dekat tidak sekalipun dia melakukan hal yang tidak tidak pantas padaku, apalagi sampai melakukan adegan masa lalu bersama hari. Hampir setiap malam dia menghubungi Saya  dan mendengar keluh kesahku, terkadang kami jalan bareng meskipun hanya ketemuan di tempat makan.

 

Selama itu pula dia tidak melakukan hal yang macam-macam padaku. Tapi kemudian aku mengenal sosok anak muda yang membuatku jatuh hati padanya, namanya Deni bersamanya aku berani melakukan sex padahal aku tahu dia tidak ada rasa padaku. Tapi saya wanita bodoh yang mau saja meladeni dia seperti aku melayani suamiku sendiri, dan untuk hal ini Saya tidak berani bercerita pada Hari.

 

Bahkan tidak ada seorangpun yang mengetahui hubungan kami, jadi kalau Saya bahagia karenanya tidak ada yang tahu kenapa Saya senang waktu itu. Begitu pun ketika Saya sedih dengan kata-kata kasarnya , saat itu Saya hanya bisa menangis melampiaskan pada bantalku. Tanpa tahu harus mencurahkan pada siapa lagi, tidak mungkin juga Saya bercerita pada Hari apalagi suamiku.

 

Masih terbayang di benakku baru kemaren Saya melakukan adegan sex dengannya. saat itu Saya memang ingin sekali bertemu dengannya padahal Saya dapat sms dari Hari yang mengajakku bertemu di sebuah tempat makan langganan kami, tapi Saya menolaknya demi ingin bertemu dengan Deni siang itu. Seperti biasa Saya  tidak membawa anakku dengan berbagai alasan.

 

Sampai di tempat kami bertemu, Saya langsung mencium Deni bagai kuda binal Saya terus menyosor menciumnya. Bahkan ketika dia bersikap jual mahal Saya tetap menciumnya, karena entah mengapa, Saya begitu kangen dengan kuluman bibirnya meskipun dia tidak begitu hot melakukannya. Tapi Saya begitu merindukan hal itu, dengan sedikit memaksa akhirnya dia mau membalas ciumanku.

 

Kamipun saling bergumul di tempat itu, tapi seperti biasa Saya tidak sampai kebablasan untuk melakukan seperti adegan. Saya hanya mencium dan melumat bibir Deni waktu itu, sembari mengelus-elus tubuh Deni yang kurang begitu hot. Diapun membalas kuluman bibirkku dengan biasa saja, tapi Saya maklum karena dia msih muda.

 

Mungkin dia kurang tahu adegan dalam. Dan Saya memancing gairah Deni kala itu kemudia dia sedikit hot mana kala Saya gencar memberikan lumatan hangat pada kontolnya. Saya kulum kontol Deni yang tidak begitu besar, dan Saya beri rangsangan pada kontolnya dengan cara mengulum dan menghisapnya berulang kali.

 

sampai akhirnya kontol itu berdiri, akupun menatapnya kemudian kembali Saya melumatnya bahkan kali ini semakin keras Saya menghisap kontol itu. Berharap Deni akan menikmati permainanku, dan Saya mendengar desahannya ” Ooughh aaaghh aagghh aagghh yahh yah aaaaghh ” Desahannya membuatku semakin bernafsu saja.

 

kalau saja saat itu Saya  berada di tempat yang lebih tertutup, Saya  yakin Saya tidak dapat menahan nafsu yang sudah menyelimuti gairahku. Dengan memegang kontol Deni yang masih berada di dalam celananya Saya lumat dan Saya kulum begitu kerasnya. Bahkan sampai-sampai Saya ingin sekali menggigitnya, dan tangan Deni membelai tubuhku juga yang saat itu bagai cacing kepanasan.

 

Saya tarik kontol Deni perlahan “Aaaghh aaagh aaaghh yaachh  Mbak aaagghh mbak ” Diapun mendesah berulang kali, kemudian Saya merangkak naik ke atas tubuhnya. Dan dengan inisiatifnya Deni akhirnya memberikan padaku, dengan jari tengahnya dia msukkan hal itu pada memekku. Kontan saja Saya merasa nikmat dengan permainan tangannya.

 

Bahkan Saya menikmatinya dengan memejamkan mata, Saya ingin merasakan kenikmatan ini tidak segera berlalu begitu saja. Perlahan namun pasti terus saja Deni memberikan oral padaku. Layaknya dalam ” OOouuugghh suuuuudaaaahhhh Den aaaagghh aaaagghh aaaaagghhh ooouuugghhh ” Horny juga Saya saat itu, karena jarinya yang bermain di liang vagina, Saya dekap tubuh kurus Deni.

Sambil terus menciumnya Saya mainkan lidahku di dalam mulutnya, dia masih kurang begitu lihai tapi Saya coba menikmati permainan lidahnya. Dengan memberikan kecupan hangat Saya langsung bangun dan segera merapikan bajuku. Meski sebentar tapi hal ini adalah adegan sex yang memuaskan Saya . Kami pun duduk kembali di tempat itu walau sebenarnya Saya ingin melakukan hal yang lebih dari ini. Meskipun hubungan ini tanpa status, Saya rela.

Tapi kini Saya merasa kurang bergairah lagi jika harus menghadapi Deni, yang begitu tajam kata-katanya menusuk hatiku. Mungkin hal itu akan menjadi adegan mesum terakhir padaku. Karena tidak lucu juga Saya berhubungan dengan orang yang tidak menghargaiku sama sekali, meskipun kelakuanku memang sudah tidak menghargai kehormatanku sendiri. Tapi bukan untuk di nilai buruk seorang anak kecil bagiku.

Kata-katanya yang begitu menusuk hatiku, membuatku merasakan tidak ada nilai sama sekali. Tapi Saya tidak tahu harus mencurahkan semua penat hatiku pada siapa lagi, walau serasa sesak juga menanggung semua ini. Di dalam kesendirianku Saya hanya bisa merenungkan apa yang terjadi padakku, tapi Saya tidak menyesalinya karena semuanya atas kemauanku. Apa Saya harus kembali menghubungi Hari untuk curhatku.

Tapi kabar baiknya Saya menerima pesan singkat dari Deni dengan isi permintaan maaf padaku dan dia berjanji tidak akan mengulanginya lagi perbuatan yang membuatku sedih dan akan menjaga kata-katanya untuk menjaga hatiku walaupun sampai detik ini Saya belum memberikan jawaban padanya. Saya tahu dia marah karena tingkahku yang sampai sekarang selalu berhubungan

dengan Hari mantanku walaupun sebelumnya Saya sudah berjanji padanya tidak akan berhubungan dengan Hari lagi. Saya dan Deni tidak bisa saling menyalahkan karena kami berdua tahu bahwa kami ada di posisi yang salah.

Post Terkait